2 Anak Palestina Ajak Siswa MIN 10 Bandar Lampung Tumbuhkan Jiwa Solidaritas
- Minggu, 15 Januari 2023
- Berita Pengumuman Sekilas-info
- Moooji290
- 0 komentar
Bandar Lampung - Dua anak Palestina, Abdurrahman Al Mashry dan Majdi Al Mashry mengajak ratusan siswa MIN 10 Bandar Lampung untuk tumbuhkan jiwa solidaritas mendukung kemerdekaan negara Palestina.
Abdurrahman bersama adiknya datang ke Lampung diajak Alquds Volunteers Indonesia dan Lentera Kemanusiaan Indonesia.
Ratusan siswa sepantaran dua anak Palestina tersebut disambut antusias oleh para pelajar yang menunggu di halaman madrasah tersebut.
Anak Palestina Abdurrahman mengatakan, dirinya bersama adiknya sengaja datang ke Lampung untuk menumbuhkan jiwa solidaritas dari anak-anak Indonesia, khususnya di Bandar Lampung guna mendukung masyarakat Palestina.
"Di sana tidak ada rumah sakit, tidak ada sekolah dan semuanya luluh lanta di negara saya Palestina," kata Abdurrahman, anak Palestina saat menyampaikan sambutannya pada safari guna meminta dukungan bagi masyarakat Lampung di MIN 10 Bandar Lampung, Jumat (13/12/2024).
Ia mengatakan, keadaan di negara Palestina sudah tidak aman, di sana tidak ada makan dan minum. Air di sana kuning (air tidak sehat) dan setiap hari ada yang meninggal dunia," kata Abdurrahman.
Masyarakat Palestina sampai saat ini kelaparan di tengah kondisi gencatan senjata tersebut.
Ia mengatakan, pihaknya mewakili warga Palestina meminta dukungan dari warga Indonesia khususnya warga Bandar Lampung demi rakyat Palestina.
Kepala MIN 10 Bandar Lampung Imam Asyrofi mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya kunjungan dua anak Palestina ke MIN 10 Bandar Lampung.
"Sesama muslim kami turut berduka cita karena korban di Palestina sampai saat ini ada sebanyak 45 ribu korban yang meninggal dunia di Gaza Palestina," kata Imam.
Makanya sengaja pihaknya mengundang dua anak Palestina tersebut untuk membangun solidaritas dunia islam kebersamaan kepada siswanya.
Korban dari perang di Palestina ada sebanyak 45 ribu orang meninggal dunia dan ini membuat prihatin warga dunia termasuk warga Lampung.
Warga Palestina banyak yang mengungsi ke Indonesia, termasuk yakni dua orang anak tersebut ke Indonesia.
"Mereka ini ada sekitar 10 hari di Lampung dan mereka domisili di Depok dan harapannya solidaritas Palestina selalu dibangun demi saudara kita di sana,"